Sunday, August 5, 2018

PA 212 Sebut UAS Dampingi Prabowo adalah Keinginan Allah

PA 212 Sebut UAS Dampingi Prabowo adalah Keinginan Allah

Berita Keren - Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengirim surat resmi kepada partai-partai koalisi keummatan untuk menghormati dan menghargai hasil Ijtima Ulama soal calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres) di pilpres 2019 mendatang.

Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabbar mengatakan kelima partai yang sudah mereka surati pada Kamis (2/8) lalu itu adalah Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Berkarya. 

"Isi surat menyatakan jika kepatuhan kepada ulama sama halnya patuh dengan Rasulullah. Tidaklah mungkin ulama sebagai pewaris Nabi akan menyalahgunakan wewenang, bicara menurut hawa nafsunya," kata Bernard kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (4/8).

Baca Juga : PA 212 Sebut Kalau Demokrat Ingin Gabung Boleh, Asalkan Cawapresnya Bukan AHY

Menurut Bernard, partai koalisi keummatan juga diingatkan bahwa tidak mungkin seorang ulama bersatu padu dalam kesepatakan hanya untuk menyesatkan ummatnya. Dalam surat ini juga ditegaskan ulama yang harus turun gunung terlibat membicarakan nasib umat agar mampu mencari pemimpin terbaik merupakan panggilan Allah. Bandar66

Bernard menambahkan deteksi ulama terhadap calon pemimimpin tidak menggunakan pendekatan kepentingan. Artinya, seruan ulama lebih baik dibanding pihak yang sekedar klaim jadi orang baik. Partai koalisi, kata dia, wajib menghargai ajakan ulama jika ingin melahirkan pemimpin yang baik.

"Jika kalau Habib Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad yang ditunjuk sebagai cawapres Bapak Prabowo, partai koalisi wajib menjunjung tinggi keputusan tersebut," kata Bernard.
Lihat juga: PKS Prioritaskan Rekomendasi Ijtima Ulama di Pilpres 2019
Untuk itu, Bernard menegaskan jika partai koalisi keummatan pada akhirnya tidak melakanakan ijtima ulama, maka akan ditinggalkan jutaan ummat. PA 212 juga, kata Bernard, tidak akan memaksa koalisi mematuhi surat rekomendasi ijtima ulama tersebut. Judi Bola Online

"Tapi kalau mereka mau istiqomah ya laksanakan. Keputusan ulama atas kesepakatan sosok yang sudah dipilih sama dengan keinginan Allah," pungkas Bernard.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menganggap hasil ijtima ulama hanyalah rekomendasi yang tidak mengikat. Pernyataan Prabowo dan beberapa koalisi pendukungnya agar berbeda dengan PKS yang menegaskan koalisi harus menjalankan rekomendasi ijtima ulama tersebut.

Ijtima ulama merekomendasikan dua nama cawapres Prabowo, yakni Ketua Majelis Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan ulama kondang asal Riau Abdul Somad.

Share This
Previous Post
Next Post

Semoga Artikel Di Atas Ini Bermanfaat Bagi Kalian Semua :)