Saturday, August 4, 2018

PA 212 Sebut Kalau Demokrat Ingin Gabung Boleh, Asalkan Cawapresnya Bukan AHY

PA 212 Sebut Kalau Demokrat Ingin Gabung Boleh, Asalkan Cawapresnya Bukan AHY

Berita Keren - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) mempersilakan Partai Demokrat bergabung dengan Koalisi Keumatan pengusung calon presiden Prabowo Subianto.

Namun PA 212 memberi syarat mereka tak boleh mengajukan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Hatimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo.

"Bergabung, tapi dengan catatan tidak mengubah hasil Ijtima Ulama. Dikarenakan juga AHY posisinya sama dengan Prabowo Subianto, sama-sama berlatar belakang militer dan memang elektabilitas AHY pun tak bisa membantu," ucap Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (4/8). Bandar66

PA 212, kata Novel, tetap mendukung Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan pendakwah Abdul Somad sebagai pendamping Prabowo, sesuai dengan hasil Ijtima Ulama pada akhir pekan lalu.

Novel menyebut selain alasan elektoral, penolakan terhadap AHY juga disebabkan kekecewaan terhadap Demokrat dan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi yang sempat mendekati petahana Joko Widodo.
Lihat juga: Fahri: Jokowi Bisa Gagal Nyapres Jika MK Tolak Uji Cawapres

Baca juga : Anies Sindir Netizen Kali Item Itu Tidak Bau, Yang Bau Itu Di Medsos

"Harga mati buat kami yang mendukung Jokowi pasti kami tolak. Namun ternyata Demokrat masih mau bergabung kembali walau sebagai pemain baru, sedangkan TGB jelas tulen keberpihakannya," tutur Novel.

"TGB selain mengkhianati perjuangan Aksi Bela Islam, sekarang justru partai yang membesarkannya ia khianati juga," lanjutnya. Judi Bola Online

Sebelumnya, nama AHY kian menguat jadi pendamping Prabowo setelah Demokrat merapat ke koalisi pengusung Prabowo. PA 212 sering menyebutnya Koalisi Keumatan.

Dalam survei teranyar Alvara Research Center bahkam AHY mengalahkan Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo. Elektabilitas AHY sebagai cawaprws Prabowo 19,3 persen, Anies 18,9 persen, dan Gatot Nurmantyo 13,4 persen.

AHY sendiri merasa penolakan PA 212 bukan sesuatu yang janggal.

"Setiap orang punya pendapat masing-masing saya tidak merasa itu sesuatu yang janggal di politik kita. Setiap orang, setiap kelompok, punya hak kebebasan yang sama," ucap AHY usai berorasi politik di XXI Ballroom Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (3/8) malam.

Share This
Previous Post
Next Post

Semoga Artikel Di Atas Ini Bermanfaat Bagi Kalian Semua :)