Tuesday, August 7, 2018

Fahri Sebut Jokowi Hanya Memanfaatkan JK Untuk Meredakan Kelompok Islam

Fahri Sebut Jokowi Hanya Memanfaatkan JK Untuk Meredakan Kelompok Islam

Berita Keren - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) telah mengajukan permohonan uji materi Undangan Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, ada aturan yang dinilai menghalangi Jusuf Kalla (JK) maju kembali sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menduga permohonan uji materi itu diajukan lantaran Joko Widodo (Jokowi) tengah bingung memilih cawapresnya. Fahri menambahkan, apalagi dari informasi yang ia dengar, partai-partai politik di lingkaran petahana sedang bersitegang soal cawapres ini.

"Pak Jokowi bingung calonnya. Kalau diambil satu, (yang lain) bisa berantem. Bisa-bisa dia nggak dapat pendukung, terutama antara Golkar, PDIP dan PKB," kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (20/7).

Baca Juga : Jokowi Klarifikasi Atas Pernyataanya Soal Siap Berantem

Fahri menambahkan, saat ini posisi yang paling bersitegang yakni antara Golkar dan PDIP. Menurutnya, partai besutan Airlangga Hartarto itu ngotot mencalonkan kadernya sebagai cawapres. Bandar66

Desakan itu menyusul ketakutan perolehan suara di pemilu mendatang. "Golkar juga merasa kalau dia nggak punya calon, bisa-bisa habis Golkar di pemilu akan datang," katanya.

"Anda bayangkan aja Jokowi itu kan afiliasinya PDIP. Sementara PDIP ada masalah karena pak Jokowi itu tidak sepenuhnya mau menjadi petugas partai. Akhirnya diklaim oleh Partai Nasdem, Golkar. Dan itu membuat dia (Jokowi) merasa terbebani," ungkapnya.

Fahri memandang, munculnya nama JK dalam kontestasi Pilpres 2019 kian menegaskan kacaunya regenerasi politik. Baginya, politik Indonesia saat ini hanya mengedepankan pragmatisme dalam memberikan dukungan pencalonan. Judi Bola Online

"Kita tidak ketemu ideologi. Kita tidak ketemu pemikiran. Mentok semua ini. Urusannya itu transaksi di belakang layar aja nih. Berapa menteri yang sudah disepakati, berapa uang muka yang dikasih," katanya.

Maka dari itu, dia pun berharap JK tidak maju kembali di Pilpres 2019. Sebab, menurut Fahri, peran JK pun kini sudah tidak begitu krusial di pemerintahan.

"Pak JK sekarang sudah tidak seperti zaman SBY kan. Pak JK sekarang lebih banyak diam, dan lebih banyak dipakai sebagai embel-embel aja sama Pak Jokowi, untuk mengamankan kelompok Islam," pungkasnya.

Share This
Previous Post
Next Post

Semoga Artikel Di Atas Ini Bermanfaat Bagi Kalian Semua :)