Monday, August 27, 2018

Demi Membubarkan Demo Para Lansia, Polisi Turki Menembakkan Gas Air Mata

Demi Membubarkan Demo Para Lansia, Polisi Turki Menembakkan Gas Air Mata

Berita Keren, Istanbul - Polisi Turki menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstrasi rutin para ibu dan nenek diIstanbul untuk mengenang anak-anak mereka yang hilang dalam kekerasan pada 1990-an.
Para petugas juga menahan sekitar 50 orang pengunjuk rasa, termasuk demonstran veteran Emine Ocak, yang disebut berusia 80-an.

Kelompok yang disebut Ibu-ibu Sabtu itu telah melangsungkan aksi ini di pusat kota Istanbul sejak tahun 1995. Saat disemprot meriam air dan ditembak gas air mata, mereka sedang melangsungkan aksi ke-700 kalinya. Bandar66

Tindakan polisi merupakan "perlakuan kejam dan memalukan terhadap keluarga-keluarga yang mencari keadilan atas kejahatan negara", kata Emma Sinclair-Webb dari Human Rights Watch.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah setempat berkilah bahwa pihak berwenang melarang karena aksi itu dipublikasikan di akun media sosial terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dinyatakan terlarang.

https://twitter.com/selingirit/status/1033335156612976640

PKK melancarkan perjuangan bersenjata melawan pemerintah Turki sejak 1984, untuk memperjuangkan berdirinya negara Kurdi yang berdaulat di wilayah Kurdistan Turki. Puluhan ribu orang telah tewas sejak itu. Pemerintah Turki menganggap PKK sebagai kelompok teroris.

Semua yang ditahan dalam demonstrasi Sabtu kemarin - termasuk Emine Ocak, yang putranya, Hasan, hilang setelah ditahan pada 1995 - dibebaskan setelah memberikan pernyataan kepada polisi, kata seorang pengacara Turki, Efkan Bolac.

Aktivis mengatakan pemerintah Turki tidak pernah menyelidiki apa yang terjadi pada mereka yang hilang setelah ditahan.

Demi Membubarkan Demo Para Lansia, Polisi Turki Menembakkan Gas Air Mata

Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap para demonstran yang kebanyakan perempuan lanjut usia. (EPA) Judi Bola Online

Polisi pernah mencegah mereka melakukan aksi duduk mereka selama satu dekade antara 1999 dan 2009, tetapi tindakan polisi ini merupakan yang pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Pengguna media sosial berbagi foto dari aksi tahun 1997 yang juga menunjukkan penahanan Emine Ocak.

https://twitter.com/hayriituncc/status/1033347323357741056

Gerakan Ibu-ibu Sabtu disebut mengambil inspirasinya dari gerakan ibu-ibu di Plaza de Mayo, yakni unjuk rasa rutin sekelompok ibu Argentina untuk menuntut kejelasan atas anak-anak mereka yang hilang selama kediktatoran militer Argentina.

Di Indonesia, gerakan sejenis dilakukan para ibu dan pegiat HAM setiap hari Kamis di depan Istana Merdeka, disebut "Aksi Kamisan."


Share This
Previous Post
Next Post

Semoga Artikel Di Atas Ini Bermanfaat Bagi Kalian Semua :)