Tuesday, July 24, 2018

Ungkap Fakta, Apa Prestasi Prabowo Sebenarnya?

Ungkap Fakta, Apa Prestasi Prabowo Sebenarnya?

Berita Keren - Apa yang pernah dilakukan Prabowo setelah ia diberhentikan dari dinas militer? Lebih khusus lagi, apa yang ia lakukan sebagai pemimpin oposisi selama 10 tahun? Banyak orang tidak paham soal ini. Ketika dituntut menjelaskan prestasi Prabowo, mereka mengelak dengan mengatakan bahwa Prabowo tidak bisa dibandingkan dengan Jokowi, karena dia bukan penguasa eksekutif yang memegang anggaran. Memang tidak, dan saya tidak menuntut perbandingan itu.

Kami garis bawahi lagi, Prabowo adalah pemimpin oposisi. Sudahkah ia menjalankan tugas oposisi dengan baik? Apa tugas oposisi? Seperti pihak yang berkuasa, oposisi punya kesempatan juga untuk menentukan arah kerja pemerintah. Mereka ikut terlibat dalam pembahasan APBN. Oposisi juga berperan merumuskan UU yang mengatur kerja pemerintah. Jadi, meski tidak melakukan eksekusi, oposisi bisa sangat berperan menentukan arah pembangunan. Bandar66

Nah, silakan cek, apa peran oposisi yang dipimpin oleh Prabowo selama ini. Pernahkah mereka menekan pemerintah untuk mengubah APBN sehingga menjadi lebih baik? Pernahkah mereka membuat regulasi yang lebih baik? Adakah kebijakan pemerintah yang berhasil mereka gagalkan karena tidak berpihak pada rakyat? Maaf, saya tidak melihat itu. Yang terlihat adalah manuver bagi-bagi jabatan. Parlemen kita mandul, oposisi kita mandul.

Baca Juga : Deal Di Istana Bogor, Inilah Cawapres Jokowi Yang Disetujui 6 Parpol

Itulah masalah kita. Pusat pikiran kita ada pada presiden. Presiden dianggap bisa melakukan segalanya. Sebaliknya, yang bukan presiden dianggap tidak bisa berbuat apa-apa. Kita rajin mengritik presiden, tapi tak mengritik oposisi. Judi Bola Online

Prabowo bagi saya tidak pernah memainkan peran memadai sebagai oposisi. Ia hanya punya satu peran, yaitu ingin jadi presiden. Lalu, atas dasar apa kita hendak mengatakan bahwa Prabowo akan jadi presiden yang lebih baik dari Jokowi? Atas dasar klaim-klaim Prabowo. Juga atas dasar keluhan-keluhan ketidakpuasan terhadap Jokowi, yang sebagian darinya adalah ilusi.

Logikanya seperti ini. "Jokowi gagal, maka Prabowo akan jadi Presiden yang lebih baik." Tidak bersambung, bukan? Jokowi gagal, baiklah, sementara kita terima kesimpulan itu. Tapi apa yang membuat Anda yakin bahwa Prabowo lebih baik? Jawabannya tidak ada pada Jokowi, tapi harus dicari dari sosok Prabowo. Sebagai pemimpin oposisi Prabowo tidak menunjukkan kinerja yang baik. Lalu, atas dasar apa kita bisa berharap ia akan jadi presiden yang lebih baik? Lagi-lagi dasarnya adalah klaim Prabowo, ditambah sejumlah fantasi. 

Bagaimana dengan calon lain? Gatot disebut-sebut sebagai calon kuat. Lagi-lagi kita perlu bertanya, apa prestasi Gatot? Apa yang dia lakukan sebagai Panglima TNI? Apa yang istimewa sehingga kita bisa mengatakan bahwa ia akan jadi presiden yang lebih baik? Pertanyaan yang sama bisa kita ajukan untuk siapapun yang akan mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai presiden.

Mengganti presiden itu boleh dan sah sah saja. Presiden berikutnya tidak harus Jokowi. Tapi, sebagaimana terhadap Jokowi, mereka juga harus diuji dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kemampuan. Jangan sampai semangatnya adalah "pokoknya ganti presiden". Jangan sampai semangatnya "asal bukan Jokowi". Kalau asal bukan Jokowi, apakah Anda mau presidennya diganti dengan prabowo? tentu saya pribadi tidak mau.
Share This
Previous Post
Next Post

Semoga Artikel Di Atas Ini Bermanfaat Bagi Kalian Semua :)